Banyak yang sudah mengetahui tugas kiper, yaitu menjaga gawang untuk timnya agar tidak kebobolan oleh tim lawan. Coba anda bayangkan jika tim sepak bola tidak ada penjaga gawang? kiper merupakan seorang pemain yang mati-matian untuk pertahanan tim. Dimana penjaga gawang sering berteriak jika pemain bek telat menghadang serangan lawan ataupun lengah.

Posisi sebagai kiper akan merasakan ketar-ketir ketika sebuah pertandingan harus ditentukan dengan drama adu penalti. Sejago-jagonya kiper terbaik dunia, saat mengadu satu lawan satu, mental akan berbicara. Dan kemampuan kiper sehebat apapun, pasti ada satu momen yang di dalam pertandingan yang mana mereka pernah membuat kesalahan yang menghapus catatan terbaiknya.

Berakhirnya kompetisi Liga Inggris di musim ini, sebaiknya kita memberikan penilaian untuk penjaga gawang klub mana yang tampil dengan sangat baik di sepanjang musim.

Berikut Dafrtar Kiper Terbaik Dunia di Inggris

  • Hugo Lloris (Tottenham Hotspur)

Hugo Lloris

Lloris yang sedang bersiap untuk bertanding

Kiper satu ini memang menjaminan lini pertahanan terpenting bagi Tottenham Hotspurs. Kiper kewarganegaraan Perancis ini bukan penjaga gawang biasa, dimana pemain itu cukup sigap untuk menghentikan serangan lawan yang berada di baris pertahanan belakang dibandingkan dengan kiper lain.

Jika dilihat dari segi persentase total clean sheet, kapten tim nasional Perancis yang selalu dibandingkan kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer. Hugo Lloris telah menyelamatkan gawangnya 75 persen, untuk posisi kedua ditempati oleh Tom Heaton (Burnley). Dengan pertahanan yang kuat dimiliki oleh Spurs dan juga adanya Lloris yang hebat, tidak salah jika Spurs musim ini disegani.

  • Jordan Pickford (Sunderland)

Jordan Pickford

Pickford terlihat gembira usai timnya menang

Kiper termuda yang memiliki potensi ini, sangat disayangkan bermain dengan klub yang terdegradasi. Sejak awal musim sampai dengan Oktober musim lalu, dua telah mencatatkan 33 kali penyelamatan. Meski dia sempat absen dalam 10 pertandingan, penyelamatannya sangat baik sejauh ini. Maka dari itu, sudah bukan rahasia umum, bahwa kiper berusia 23 tahun itu masuk dalam nominasi Pemain Muda Terbaik PFA.

  • Tom Heaton (Burnley)

Tom Heaton

Heaton yang megatur pemain barisan belakang

Hampir saja Burnley tersingkir dari Liga Primer Inggris di musim ini, jika tidak ada kiper satu ini. Perannya bersama The Clarets sangat penting. Tampil konsisten dalam penyelamatannya pun membuat striker selevel Zlatan Ibrahimovic pusing dibuatnya. Yang mana penjaga gawang ini, memiliki persentase mencapai 76 persen paling tinggi dibandingkan dengan kiper lainnya.

Kerika berhadapan dengan Soutampton musim lalu, kiper asli Inggris ini sudah menyelamtkan gawangnya sebanyak 11 kali. Dengan begitu, sudah tidak heran bagi mantan kiper Manchester United ini menjadi favorit pemain di Fantasy Premier League.

  • Thibaut Courtois (Chelsea)

Thibaut Courtois

Courtois sedang melempar bola ke rekan setimnya

Penjaga gawang asal Belgia ini sempat tampil gemiulang bersama klubnya dulu, Atletico Madrid dibandingkan di Liga Inggris. Tetapi, sepanjang musim ini dia sudah menunjukkan peningkatan dan menjadi contoh bagi rekan setimnya di barsian belakang.

  • Kasper Schmeichel (Leicester City)

Kasper Schmeichel

Kasper Schmeichel yang sedang memainkan bola dengan tangannya

Memang sudah tidak bisa dikatakan lagi anak dari kiper legendaris satu ini. Dimana ayahnya merupakan penjaga gawang tim nasional Denmark dan legenda di Manchester United. Kasper Schemichel yang mengikuti jejak ayahnya untuk bermain di Premier League bersama Leicester City. Di musim 2015-2016 merupakan periode yang tidak dapat dilupakan ketika dia mampu membahawa The Foxes meraih gelar juara Liga Primer, yang berselisih 10 angka dari Arsenal.

Kiper Terbaik Italia

Jika berbiacara mengenai kiper, pastinya kita tidak akan dapat melupakan Italia. Dimana negara itu telah menghasilkan puluhan kiper yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Sebagian besar dari mereka pun dianggap tercatat sebagai kiper yang bersejarah atau terbaik di dunia. Dan penjaga gawang yang tedapat di Italia pun mencatatkan berbagai rekor dan prestasi yang luar biasa.

Kiper atau penjaga gawang merupakan pemain yang berposisi di barisan pertama. Yang mana, bagi seorang kiper memang tidak luput dari sarung tangannya. Kiper memiliki posisi yang diistimewakan dalam sebuah permainan sepak bola, salah satu pemain yang dapat menyentuh bola dengan kedua tangannya. Asal sang penjaga gawang itu berada di dalam area mereka sendiri yang sudah ditentukan oleh FIFA.

Meski kiper merupakan lapisan terakhir pertahanan dalam sebuah tim, yang mana kiper itu adalah orang pertama dalam suatu serangan. Maka dari itulah, kenapa posisi ini harus ditempati oleh pemain yang memiliki postur berbadan besar dan tinggi. Dan mempunyai bakat dalam menangkap bola untuk menghadang agar tidak terjadinya gol.

Daftar Kiper Terbaik Italia di Dunia:

  • Lorenzo Buffon

lorenzo buffon

Salah satu kiper ini adalah sosok penjaga gawang yang sudah bermain selama 15 musim di kompetisi Serie A. Lorenzo Buffon sempat membela klub AC Milan, Inter Milan dan juga Fiorentina. Prestasi yang diraihnya pun ketika Buffon membela AC Milan dari tahun 1949 sampai dengan 1959, yang mana dia sukses memberikan empat trofi Serie A. Lorenzo sendiri memiliki saudara jauh yaitu Gianluigi Buffon, yang saat ini salah satu kiper tebaik dunia yang masih bermain sampai saat ini.

  • Marco Amelia

marco amelia

Debut kiper terbaik dunia satu ini, saat itu berkarir dengan tim ibukota Italia, AS Roma sebelun dia hijrah ke Livorno di tahun 2001. Bersama Livorno, dia pun diberikan waktu bermain dengan banyak dan sukses menunjukkan kehebatannya dalam mengamankan gawangnya. Di klub itu pun, Amelia sudah mencatakan namanya bermain bersama Liverno selama tujuh musim. Tentunya kalian tidak dapat mempercayai bahwa kiper ini sudah memberikan tiga gol bagi Livorno. Dan prestasi yang diraihnya meraih gelar juara Serie A pada musim 2010-2011.

  • Giovanni Galli

Giovanni Galli

Penjaga gawang satu ini, sudah menghabiskan waktu karirnya bersama Fiorentina dan AC Milan. Dimana dia merupakan kiper yang bermain dengan cukup konsisten di La Viola selama enam musim, dan sudah tercatat dengan total 259 penampilan. Sejak tahun 1986, dia pun memutuskan untuk bermain dengan Rossoneri. Bersama AC Milan dia sukses meraih dua gelar trofi Liga Champions dan satu gelar Serie A.

Meski dia bersinar di level klub, namun penjaga gawang ini begitu minim dalam bermain di level tim nasional karena dia kerap dicadangkan.

  • Morgan De Sanctis

Morgan De Sanctis

Kiper yang satu ini merupakan seorang penjaga gawang yang namanya dikenal ketika dia bermain bersama Udinese di tahun 2002. Yang mana pemain ini sebelumnya sudah bermain di Udinese sejak tahun 1999, akan tetapi dia selalu menjadi cadangan kiper utama, Luigi Turci. Selam lima musim membela Udinesia, De Sanctis pun membuktikan dalam permainannya yang sangat gemilang.

Lalu, dia pun memilih hengkang dari Italia untuk bergabung dengan Sevilla dan Galatasaray. Yang mana, pemain ini memiliki prestasi meraih satu gelar di Piala Super Turki pada tahun 2008 dan satu kali gelar juara Coppa Italia di tahun 2012.

Gianluigi Buffon

Siapa yang tidak mengenal Gianluigi Buffon yang merupakan salah satu kiper terbaik di dunia. Penjaga gawang itu telah meraih banyak gelar baik dengan klub dan tim nasional Italia. Tetapi, masih ada satu gelar yang dia rasakan begitu dekat dengannya, namun sulit untuk meraihnya. Gelar itu merupakan ajang bergengsi yaitu Liga Champions.

Sejak di datangkan oleh Juventus dari Parma pada tahun 2001, kiper terbaik dunia yang menginjak usia 39 tahun itu sudah membawa klubnya melangkah sampai babak final. Akan tetapi, dalam tiga final di musim yang berbeda dia dan Juventus harus menerima kekalahan dari lawan-lawannya di ajang tersebut. Hal ini membuat Buffon menjadi semakin penasaran untuk dapat meraih gelar tersebut.

Gianluigi Buffon sendiri berniat untuk melanjutkan karirnya satu musim lagi dalam memperkuat Juventus dan ikut serta di turrnamen Piala Dunia 2018. Pemain itu pun berencana akan menggantungkan sepatunya dari sepak bola internasional di musim depan nanti. Karena dia menyadari fisiknya telah menurun dan tidak seperti saat muda dulu yang memiliki stamina yang baik.

gianluigi-buffon

buffon merasa kecewa dengan timnya

Hilangnya Gelar Juara Liga Champions di Final Pertama

Pada tahun 2013, Gianluigi Buffon pertama kalinya merasakan partai final Liga Champions. Ketika itu Juventus mampu mengunggili pertandingan terlebih dahulu saat menghadapi klub senagaranya, AC Milan. Saat itu tim yang berjuluk Old Lady tersebut menjadi favorit untuk meraih gelar bergengsi. Dimana mereka bermain sangat gemilang sejak penyisihan grup dan berhasil menumbangkan tim juara bertahan Real Madrid di babak semi final.

Di pertandingan final itu di selenggarakan di Stadion Old Trafford, yang mempertemukan Juventus dan AC Milan dalam laga sengit hingga sampai adu penalti. Mengadu tos-tosan ini, kala itu Buffon masih muda yang merupakan penjaga gawang terbaik. Dimana kiper utama timnas Italia itu, mampu menghentikan dua kali tendangan penalti yang dilepaskan oleh pemain AC Milan, seperti Clerence Seedorf dan Kakaha Khaladze.

Akan tetapi, dewi fortuna tidak berpihak kepada timnya. Yang mana kala itu Kiper Milan, Nelson Dida mampu menahan tendangan penalti pemain Juventus. Akhirnya pertandingan partai final ajang bergengsi Liga Champions diraih oleh Rossoneri.

Gianluigi Buffon Juventus

buffon memberikan isyarat kepada para pendukungnya

Barcelona Kuat dalam Final Kedua

Dengan adanya kasus calciopoli, Buffon yang menunggu begitu lama untuk bisa kembali tampil dalam final Liga Champiions kedua kalinya yang dicapai pada tahun 2015. Permainan Juventus pada ajang tersebut memang tidak begitu bisa diyakini. Dimana mereka hanya finis di runner up grup yang hanya memiliki torehan gol minim. Apesnya lagi bagi Juventus, tim Blaugrana kala itu sedang dalam kondisi sangat baik untuk mereka lawan.

Meski sempat berniat untuk menyamakan kedudukan, namun Juventus harus tunduk dengan skor 3-1 di Liga Champions. Dimana satu-satu gol yang dicetak oleh klub asal Turin itu melalui Alvaro Morata. Di laga itu, Buffon tampak sangat kecewa atas kegagalannya dalam meraih gelar bergengsi tersebut. Buffon harus merelakan trofi itu dan hanya mendapatkan medali perak.

Tidak Dapat Tampil Baik di Final Ketiga

Buffon yang mampu kembali dalam pembuktiannya bersama Juventus di ajang Eropa. Tepatnya di dua musim kemudian, dia masih mampu membawa Juve sampai ke babak final Liga Champions di tahun 2017 ini. Dengan memiliki catatan yang luar biasa di lini pertahanan dalam komando Buffon. Sampai dengan babak semi final, gawang tim asuhan Massimiliano Allegri hanya kejebolan tiga kali.

Tidak hanya itu saja, mereka mampu menumbangkan tim yang pernahm mengalahkannya di final Liga Champions 2015, saat berhadapan dengan Barcelona yang memenangkan agregat telak 3-0.

Thibaut Courtois

Iker Casillas adalah salah satu penjaga gawang yang terbilang cukup sukses di Spanyol. Kiper yang saat ini memperkuat Porto itu pernah memberikan banyak gelar juara ketika di Real Madrid dan tim nasional Spanyol. Kali ini, Casillas ingin mengatakan mengenai kiper terbaik saat ini. Penjaga gawang yang berusia 36 tahun itu menyebutkan satu nama yang dinilainya menjadi salah satu kiper terbaik di dunia.

Casillas bukan tidak memiliki penilain kepada penjaga gawang milik Manchester United, David de Gea ataupun kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer. Akan tetapi, Iker Casillas menganggap Thibaut Courtois yang saat ini bermain di Chelsea sebagai yang terbaik di dunia. Dimana penampilannya bersama The Blues di musim kemarin sangat gemilang dan banyak melakukan penyelamatan.

Casillas sendiri sempat melontarkan pernyataannya jika kipert kebangsaan Belgia itu memang pantas untuk bermain di Real Madrid. Dan Casillas memuji penampilan Courtois di musim ini, meski mantam penjaga gawang Atletico Madrid itu tidak bermain dalam ajang bergengsi Eropa. Kiper yang kini bermain bersama Chelsea itu memang sedang banyak diperbincangkan di media atas kepindahannya ke Santiago Barnebeu.

Thibaut Courtois Chelsea

Thibaut Courtois sedang menendang bola

Casillas Meyakini Courtois Kiper Terbaik di Dunia

Meski Iker Casillas menilai bahwa Thibaut Courtois layak untuk membela Real Madrid, karena penampian kiper tersebut begitu mengesankan di musim kemarin. Hal itu dikarenakan dua pejaga gawang yang dimiliki Madrid saat ini Keylor Navas dan Kiko Casilla dianggapnya masih belum bisa menjadi kiper utama di tim raksasa Spanyol itu.

“Kiper terbaik di dunia saat ini, menurut saya adalah Thibaut Courtois,” ucap Casillas ketika di wawancara.

“Dia (Courtois) memiliki musim yang sangat baik bersama Chelsea, meski dia belum dapat tampil di Eropa.”

“Saya yakin Courtois bisa menjadi kiper terbaik bagi Real Madrid, tambah Casillas.”

Dengan adanya rumor kepindahan Thibaut Courtois, namun hingga saat ini masih belum terbukti kebenarannya.

Thibaut-Courtois-Chelsea

Courtois bersiap-siap untuk bertanding

Thibaut Cortouis Masih Nyaman Bersama Chelsea

Penjaga gawang Chelsea, Thibaut Courtois memberikan penjelasan atas pemberitaan dirinya untuk bermain di Real Madrid. Kiper itu telah mengatakan masih bahagia di London, kota yang menjadi markas The Blues. Pria harapan dari timnas Belgia itu, saat ini telah menjadi andalan bagi Chelsea dalam dua musim terakhirnya. Dengan demikian, agennya pun mengakui jika Los Blancos memang memiliki minatnya untuk mendatangkan kliennya yang sering menanyakan kesedian kiper tersebut.

Madrid yang kini tengah mencari penjaga gawang muda untuk melanjutkan posisi Keylor Navas. Namun pihak klub raksasa Spanyol itu lebih memprioritaskan Gianluigi Donnarumma untuk bisa bermain di Santiago Barnebeu. Sedangkan David de Gea dan Courtois merupakan pilihan selanjutnya.

“Saya berada di dekat luar london, di Wimbledon, itu membuat saya bahagia. Saya memiliki Richmond Park yang berada di dekat saya dan juga desa Wimbledon adalah tempat yang bagus untuk dikunjungi bersama keluarga. Maka dari itu, saya nyaman di sini.”

“Ini merupakan sebuah kota yang nyaman untuk ditempati dan saya rasa ini merupakan suatu yang istimewa. Saya benar-benar senang berada di sini, dan kota ini pun begitu bagus,” tutup mantan kiper Atletico Madrid.

Courtois yang telah mencatatkan 36 pertandingan dalam ajang Liga Premir Inggris musim kemarin dan hanya membukukan 16 kali penyelamatan.

david-de-gea

David de Gea yang merupakan penjaga gawang Manchester United, mengatakan ambisinya untuk di masa depan yang akan datang. De Gea berniat untuk menjadi kiper terbaik di dunia. Setelah dia menjalani musim pertamanya dengan The Reds Devils yang kurnag meyakin bagi para pendukung. Akhirnya kiper tersebut mampu bermain dengan cemerlang di musim lalu.

Ketika itu, David de Gea mampu memberikan gelar juara kepada Manchester United dalam menjuarai Liga Primer Inggris dan menjadi Tim Terbaik di Liga Inggris di musim 2012-2013. Di musim itu, de Gea memang banyak melakukan penyelamatan gemilang bagi Red Devils. Dan penampilannya bersama Manchester United menghasilkan predikat sebagai man of the match.

Dengan perjalanan karirnya bersama Manchester United kini dia menjadi penjaga gawang yang terkenal dan memiliki nama. Dan dia pun juga banyak dijadikan target beberapa klub elite besar di Eropa yang ingin memiliki jasa penjaga gawang tersebut. Dimana kiper tersebut memiliki kemampuan di atas rata-rata yang mampu memperkuat sebuah klub.

David de Gea

de gea yang sedang bersiap untk bertanding

Perkembangan David de Gea di Manchester United

David de Gea yang berlanjut dalam penampilan terbaiknya, ketika mantan penjaga gawang Atletico Madrid itu yang memperkuat tim nasional Spanyol di Piala Eropa U-21 di Israel. Yang mana di kompetisi itu, De Gea sukses membawa timnas Spanyol ke babak final dengan catatan empat kali clean sheet. Penjaga gawang berusia 26 tahun itu pun turut mengakui jika dirinya merasakan banyak peningkatan bersama Manchester United.

Dia pun tidak hanya merasakan perkembangan dari segi teknik, pengalaman dan juga mental saja. Melainkan, penjaga gawang tersebut semakin terasah dengan posisinya sebagai seorang kiper dengan sangat matang. Dengan semua hal yang dirasakan dirinya, De Gea pun semakin optimis untuk terus menjalani karirnya. Tidak tanggung-tanggung, De Gea sendiri memiliki ambisi untuk menjadi salah satu kiper terbaik di dunia. Bahkan dirinya pun sangat berharap, suatu hari nanti bisa menjadi kiper utama tim nasional Spanyol yang kini ditempati oleh Iker Casillas.

David-de-Gea-Manchester-United

david de gea bertepuk tangan usai pertandingan

De Gea Sempat Mendapatkan Musim Buruk di Manchester United

David de Dea adalah salah satu kiper terbaik yang bermain di Premier League. Jika dilihat dari statistik musim 2016-2017 menjadi musim buruk selama dia membela Manchester United sejak 2011-2012. Untuk melihat statistik dalam persentase penyelamatan yang dilakukan oleh De Gea, hingga pekan ke 11 hanya mencapai 64,9 persen. Dimana tendangan yang mengarah kegawangnya mampu dihentikan dengan baik.

Persentase itu adalah yang terendah di sepanjang karir De Gea sebagai penjaga gawang di Manchester United. Peforma yang turun itu, tidak sepenuhnya salah dari sang kiper tersebut, karena bertahan adalah sebuah tugas dari semua pemain. Dimana bek, gelandang dan juga striker dipkasa untuk bekerja dengan keras untuk menciptakan pertahanan yang kokoh dari serangan lawan. Terlebih sebelum lawan melepaskan tendangannya ke arah De Gea.

“Sekarang ini, jika kita melihat De Gea sedang mengalami kesulitan. Dengan hal itu, tidak semuanya harus menyalahkan dia. Untuk bertahan merupakan tugas dari tim, ucap mantan penyerang Inggris,” Dion Dublin kepada media.

“De Gea sudah bekerja dengan sebaik mungkin untuk dapat menghadang tiap tendangan bola yang mengarah ke gawangnya. Jika Manchester United ingin mendapatkan gelar juara di musim ini, maka Jose harus segera memperbaiki lini pertahanan dalam skuatnya,” tambah Dublin.

Wojciech Szczesny Arsenal

Juventus tengah dikabarkan, akan memproses transfer kiper milik Arsenal, Wojciech Szczesny, yang sempat bermain di AS Roma dengan status pinjaman. Klub raksaksa Italia itu, memang berkeinginan untuk mendatangkan Szczesny dalam menggantikan posisi penjaga gawang, Gianluigi Buffon yang akan segera pensiun. Adanya hal ini, membuat pihak klub asal Turin bergegas untuk mendatangkan kiper baru.

Kiper terbaik yang dimiliki timnas Italia dan klubnya itu memang sudah mengisyaratkan akan segera pensiun dari dunia sepak bola usai gelar Piala Dunia 2018 di Rusia. Wojciech Szczesny yang memulai karirnya dengan Arsenal sejak tahun 2009. Lalu penjaga gawang tersebut dipinjamkan ke AS Roma di tahun 2015. Menurut sebuah kabar, Arsenal sudah tidak ingin memakai jasa Wojciech Szczesny karena tidak masuk dalam rencana Arsene Wenger dalam jangka waktu panjang.

Tidak hanya Juventus saja yang mengingikan kiper milik Arsenal, Wojciech Szczesny. Dimana klub-klub Italia seperti Inter Milan dan AC Milan pun memiliki minat untuk bisa mendapatkan tanda tangan kiper tersebut. AS Roma juga memiliki niat untuk permanen kiper kebangsaan Polandia tersebut. Szczesny masih memiliki kontrak di Arsenal sampai 30 Juni 2018. dia pun sudah tercatat 296 penamplilan dan 107 penyelamatan.

Wojciech Szczesny AS Roma

Wojciech Szczesny tengah adu mulut dengan pemain lain

Juventus Sedang Mencari Dua Kiper Untuk Pelapis Buffon

Di musim 2016-2017 lalu, Juventus memang memiliki dua kiper cadangan yang menjadi pelapis Gianluigi Buffon. Jika kiper andalan tim asal Turin itu absen ataupun rotasi, maka Neto Murara akan terpilih untuk menggantikannya. Sedangkan kiper ketiga miliki Juventus bernama Emil Audero yang dijadikan pilihan terakhir mereka.

Dengan dibukanya jendela bursa transfer di musim panas ini, Neto akan dilepaskan oleh Juventus ke Valencia dengan nilai transfer 7 juta euro. Dengan hijranya Neto ke Liga Spanyol itu ingin memperbaiki karirnya yang telah dicadangkan selama dua musim oleh Juventus. Selama dia berkarir bersama Nyonya Tua hanya 11 kali tampil di Serie A dan 10 kali bermain di kompetisi Coppa Italia.

Sebelum dirinya bermain bersama Juventus, Neto merupakan penjaga gawang utama di Fiornetina pada tahun 2015 silam.

“Saya memutuskan untuk bermain di Valencia adalah hal yang terbaik dalam karir saya. Sekarang ini, saya hanya berpikir untuk menjadi bagian dari sejarah Valencia,” ucapnya kepada media.

Setelah kepergian Neto, kini giliran Audero yang akan bermain di Venezia dengan status pinjaman. Ini merupakan kali pertamanya Audero bermain selain di Juventus sejak dia berada di akademi di tahun 2008 silam. Selama berada di tim seniot Juventus, Audeo hanya tampil satu kali di tiga musim terakhirnya dalam ajang Serie A. Yang mana pihak klub menginginkan kiper berusia 20 tahun itu memiliki pengalaman dengan bermain untuk Venezia.

Wojciech Szczesny

Wojciech Szczesny bersiap menendang bola

Leali Menjadi Pelengkap, Szczesny Penyempurna

Juventus yang masih membutuhkan penjaga gawang baru untuk musim depan nanti, karena Leali saja tidak cukup. Kemungkinan besar Brignoli dan Pinsoglio pun akan hengkang dari Juventus. Dimana Brignoli akan dipermanen Perugia dan Pinsoglio tengah diburu oleh klub-klub Serie B seperti Modena, Livorno, Latina, Vicenza dan Pescara. Dan resiko besar bagi Juventus, jika melepaskan Leali yang diminati oleh Sampdoria.

Dengan hal tersebut, Juventus harus menambahkan satu kiper baru yang mampu menjadi pelapis Buffon. Yang mana kiper tesebut harus bisa dipercaya dalam menjalani di tiap pertandingan di kompetisi Liga Italia ataupun di Liga Champions. Karena untuk memiliki Leali saja tidak begitu kuat meski dia bermain dengan cukup baik di Liga Eropa kemarin. Leali sendiri masih minim soal pengalaman di ajang bergengsi antar klub.

Dan pada akhirnya, Juventus pun menemukan jawaban dari kekurangannya tersebut yaitu kiper milik Arsenal Wojciech Szczesny. Menurut sebuah kabar di Italia, klub asal Turin itu selangkah lagi akan mendapatkan jasa kiper asal Polandia tersebut.

victor-valdes-middlesbrough

Deportivo La Coruna yang merupakan klub dari La Liga Spanyol, memiliki rencana untuk memulangkan Victor Valdes. Mantan kiper terbaik Barcelona yang pernah bermain di Liga Champions itu, saat ini telah berstatus bebas transfer. Yang mana penjaga gawang itu telah mengatakan hengkang di akhir musim lalu bersama Middlesbrough, yang tersingkir dari Premier League.

Dipilihnya Valdes untuk menggantikan penjaga gawang, German Lux, yang mana kontraknya saat ini belum di perpanjang oleh Super Depor. Menurut sebuah media kabar di Spanyol menyatakan bahwa Deportivo menghubungi secara langsung kepada Valdes di beberapa Minggu lalu, usai mantan kiper Barca itu tidak berkerja sama lagi dengan klub The Boro yang terdegradasi di Liga Primer Inggris.

Hal itu membuat Deportivo menyatakan niat mereka untuk memulangkan Valdes yang diberikan dukungan oleh pelatih Pepe Mel dalam prekrutan tersebut. Mel sendiri berpikir bahwa Valdes yang memiliki pengalaman dan juga kualitas dapat memberikan dorongan di dalam skuatnya. Disaat dia merasa sudah siap untuk menjalani musim dengan penuh pertamanya sebagai entrenador Deportivo La Coruna.

victor-valdes

valdes yang mengatur rekannya

Deportivo Siap Untuk Pulangkan Valdes ke La Liga

Tidak ingin berlama-lama, Deportivo La Coruna berkeinginan untuk mendaratkan kembali Victor Valdes untuk bisa tampil di Liga Spanyol musim depan nanti. Sebelumnya penjaga gawang tersebut membela Middlesbrough di musim lalu, dan terdegradasi dari Liga Inggris. Kiper itu pun menyatakan hengkang dari klub lama atas prestasi yang diperoleh mantan klubnya, dengan begitu statusnya pun bebas transfer.

Dengan demikian, Mel memiliki alternatif jika pihak klub gagal mendatangkan Valdes. Pelatih yang sempat menangani West Bromwich Albion itu akan mengincar penjaga gawang yang dimiliki Sevilla, David Soria dan kiper milik Paris Saint-Germian, Alvatore Sirigu yang saat ini berstatus pinjaman di Osasuna musim lalu. Tidak hanya itu saja, dilaporkan kiper dari klub Segunda Division Reus Deportiu, Edgar Badia.

Pada hari jumat lalu, Victor Valdes yang pulang ke kampung halamanya di Barcelona menyelenggarakan sebuah pernikahan dengan Yolanda Cardona. Usai dia meninggalkan Camp Nou, Valdes yang sempat bermain di Manchester United pada tahun 2015 silam, harus gagal mendapatkan peluang untuk tampil secara reguler. Valdes yang meraih tiga gelar juara Liga Champions, hanya dua kali tampil ketika membela United sebelum dipinjamkan ke Standard Liege.

victor valdes barcelona

victor valdes ketika masih membela barcelona

Mantan Kiper Terbaik Barcelona Menikah

Eks penjaga gawang Barcelona yang bernama Victor Valdes telah menikahi kekasihnya, Yolanda Cardona pada Jumat kemarin yang berlangsung di Barcelona. Yang mana dalam acara itu, turut hadir mantan rekan timnya ketika bermain di El Barca seperti Xavi Hernandez, Samuel Eto’o, Eric Abidal dan Seydou Keita. Dimana para pemain tersebut merupakan kerabat terdekatnya ketika masih di Barca.

Masa depan Vitor Valdes dalam karir sepak bola profesionalnya saat ini masih menjadi pertanyakan, setelah kontraknya di Middlesbroug selesai. Valdes yang gagal untuk menyelamatkan klub yang dibelanya tersebut dari degradasi di musim lalu. Akan tetapi, sang kiper pun tidak ingin berkecil hati mengenai karirnya. Dia pun ingin meresmikan hubungannya bersama Yolanda Cardona dalam pesta sederhana di Barcelona.

Penjaga gawang tersebut sudah memiliki tiga orang anak yang masing-masing diberikan nama Dylan, Kai dan Vera Valdes. Kemeriahan di dalam acara pernikahan Valdes pun menjadi lebih bahagia dengan kehadiran mantan pemain Barcelona dan juga Presiden klub Joan Laporta. Akan tetapi, tidak ada satu pun pemain Barcelona yang saat ini bermain di acara tersebut.

Victor Valdes yang bergabung dengan Barcelona sebagai pemain akademi di tahun 1995. Dia pun berhasil masuk dalam tim inti Barca di tahun 2002-2003. Selama berkarir 12 musim di Balugrana, dia telah memberikan enam gelar juara La Liga dan tiga piala Liga Champions.

Keylor Navas

Semua klub tentunya ingin mendatangkan pemain bintang untuk memperkuat di tiap lini pada skuatnya. Begitu juga berminat untuk menghadirkan seorang pemain muda untuk bisa dijadikan pemain sepak bola profesional. Tetapi, dalam hal ini beberapa klub selalu melihat pengalaman dari pemain yang diingikannya terlebih dahulu. Ketika itu Barcelona sempat menolak mendatangkan kiper terbaik di Spanyol, Keylor Navas di tahun 2008 silam.

Ketika itu tim yang berjuluk Blaugrana dilatih oleh Pep Guardiola dapat dibilang sejauh ini salah memberikan penilain kepada Keylor Navas. Gimana tidak? saat itu, manajemen klub tersebut bisa mendapatkan jasa penjaga gawang yang memiliki kemampuan luar biasa itu. Yang mana dia merupakan kiper terbaik di Real Madrid saat ini, yang tidak didatangkan pihak manjemen Barca.

Diberitahukan oleh sebuah media di Spanyol, di masa itu pihak klub tidak berminat untuk mendatangkan penjaga gawang yang berusia 30 tahun tersebut. Karena masalah kewarganegaraan dari sang kiper itu, yaitu Kosta Rika. Hal itu terungkap oleh agen penjaga gawang tersebut yang bernama Ricardo Cabanas di sebuah acara televisi, seperti apa yang disebutkan oleh media ternama itu.

Keylor-Navas

keylor navas yang terlihat kesal dengan pemain lawan

Ungkapan Agen Keylor Navas Ketika Bertemu Kliennya

Agen dari penjaga gawang yang dimiliki Real Madrid saat ini, Ricardo Cabanas, yang kala itu melihat sebuah video yang diberikan oleh Luis Gabelo Conejo. Ketika itu, sang agen melihat video tersebut yang tampil dengan apik dan memiliki kemampuan yang lebih. Dengan begitu, Cabanas pun menjumpai Keylor Navas untuk menjadi agennya dalam mewujudkan dirinya untuk bermain di klub-klub besar.

“Saya tiba di Kosta Rika di tahun 2008 setelah beberapa video diberikan oleh Luis Gabelo Conejo. Saat itu saya menghabiskan waktu selama dua minggu untuk menyaksikan sesi latihan tim nasional di negara itu,” kata sang agen.

“Saya menonton video sebuah laga DC United yang berhadapn dengan Saprissa. Saya benar-benar terkesan dengan penampilan dari penjaga gawang itu. Sampai-sampai berbicara sendiri ‘Siapa dia ?’.”

“Saya pun lantas, memberikan laporan dan video itu. Salah satu staf kepelatihan Pep Guardiola mengatakan kepada saya, ‘Dia pantas menjadi kiper terbaik, Ricardo’. Akan tetapi, tidak ada satu pun yang berminat untuk mendatangkan kiper berasal dari Kosta Rika. Tentunya bukan klub besar.”

Tidak sekedar Barcelona saja, melainkan Atletico Madrid yang kabarnya menolak kesempatan dalam mendatangkan Keylor Navas. Meski lasan tidak mendarartkan pemain tersebut mengenai masalah kewarganegaraannya.

Dengan adanya hal itu, dapat dikatakan alasan pihak Blaugrana tidak berminat datangkan Navas karena kewarganegaraannya. Yang mana Kosta Rika merupakan negara kecil kedua di Amerika Tengah, karena dianggap sebagai tempat yang tidak mampu membuhkan pesepakbola yang memiliki kemampuan baik.

keylor-navas-real-madrid

keylor navas melambaikan tangan ke rekan setimnya

Kiper Terbaik Real Madrid Bertahan

Dari sebagian skuat Real Madrid, Keylor Navas memang tidak begitu dikenal seperti Cristiano Ronaldo. Apa hal itu benar bahwa Navas tidak diprioritaskan oleh Madrid di musim 2017-2018? diman sang kiper itu tidak ingin tersingkir.

Dalam sebuah wawancara dari sebuah media yang ternama, telah mengatakan jika Keylor Navas yang berusia 30 tahun itu menyatakan target dan ambisi jelang kompetisi baru. Meski pelatih Zinedine Zidane sudah membicarakan rencananya, bahwa kipernya akan tetap masuk dalam skuatnya.

Yang mana kiper Los Blancos saat ini di rumorkan akan hengkang dari klub. Dengan begitu, Real Madrid mengincar beberapa penjaga gawang seperti David de Gea dari  Manchester United dan Gianluigi Donnarumma dari AC Milan.

Kabar hengkangnya kiper tersebut memnag tidak dapat dipertanggungjawabkan, namun jika nanti posisi yang ditempati oleh Keylor Navas merosot. Untuk menjawab spekulasi mengenai posisinya di klub, Navas pun langsung memberikan pernyataanya.

“Saya akan terus berusaha dengan mati-matian untuk bisa bersaing dengan siapapun yang datang untuk menempati posisi itu di Madrid,” ucap kiper asal Kosta Rika.

Edwin Van der Sar

Edwin Van der Sar begitu dekat dengan klub Ajax Amsterdam dan Manchester United. Di pertandingan final Liga Europa kali ini, dia berharap Ajax mampu meraih gelar juara. Dimana Ajax dan juga MU adalah sebuah klub yang sempat dibela oleh Van der Sar. Dengan kedua klub tersebut, dirinya memiliki pengalaman begitu manis yang tidak dapat dilupakan.

Dalam putaran final Liga Europa ini, akan mempertemukan Ajax Amsterdam yang akan berhadapan dengan Manchester United. Yang manapertandingan tersebut akan berlangsung di Friends Arena, Stockholm pada Hari Kami tanggal 25 Mei 2017 waktu setempat. Di masanya, ketika Van der Sar bermain bersama Manchester United, dia merupakan kiper terbaik di dunia yang bermain di Inggris.

Van der Sar sendiri telah menentukan sikapnya untuk memilih klub mana yang akan di dukungnya. Karena kedua klub itu begitu dekat dengan dirinya, yang sempat menyulitkan dirinya untuk memilih dalam memberikan dukungan di final nanti. Namun, dirinya yang saat ini berkerja di dalam manjamen Ajax Amsterdam tentunya dan juga asli Belanda pastinya dia kan mengutamakan tim pertama yang dibelanya kala itu.

Van der Sar Manchetser United

van der sar melakukan penyelamatan gemilang

Van der Sar Mengungkapkan Hatinya Ketika di Ajax Dan MU

Tidak bisa dipungkiri, meski kedua klub yang akan bertemu di laga final Liga Eruopa baik Ajax Amsterdam dan Manchetser United. Edwin Van der Sar turut memberikan dukungan kepada mantan klubnya dan juga dirinya yang menjabat di salah satu manajmen klub pertamanya, Ajax Amsterdam. Meski hal itu membuatnya sulit untuk memlih, dia merasa yakin bahwa Ajax mampu mengalahkan Manchester United.

“Kedua klub tersebut selalu berada di dalam hati saya. Ajax kemudian setelah itu Manchester United,” ucap Van der Sar kepada wartawan setempat.

“Saya pun tidak merasakan bermain dua kali bersama kedua klub itu. Saya memiliki tnaggung jawab di Ajax. Maka dari itu, saya hanya ingin berkonsentrasi untuk membuat Ajax meraih gelar juara. Pertandingan nanti, hanya satu klub yang saya cintai,” lanjut mantan kiper terbaik di Liga Primer Inggris itu yang menempati posisi manajemen di Ajax.

van-der-sar-manchester-united

van der sar yang bersiap menendang bola

Van der Sar Memiliki Pillihan Sendiri Jika De Gea Hengkang Dari MU

Mantan penjaga gawang Manchester United yang bernama Edwin Van der Sar, telah memberikan nilai sendiri kepada mantan klubnya jika ingin menggantikan posisi David de Gea. Tidak harus mencari sebuah kiper terbaik di dunia ataupun terkenal. Karena dikabarkan saat ini, jika De Gea akan hengkang dari Old Trafford dan lebih memilih untuk bermain bersama raksasa La Liga, Real Madrid.

“Menurut saya, pengalama tidak begitu penting namun dapat membantu. Saat saya bergabing dengan Manchester United, sebelumnya saya bermain di sebuah klub kecil yaitu Fulham. Saya pun memiliki pengalaman ketika bermain di Serie A bersama Juventus dan sukses meraih dua gelar di Liga Belanda. Dan saya pun telah banyak membantu dalam memperkuat tim nasional Belanda,” kata Van der Sar kepada media.

Sebuah kabar yang mengatakan bahwa The Red Devils saat ini telah berminat kepada salah satu kiper yang dimiliki Atletico Madrid, Jan Oblak. Yang mana penjaga gawang kebangsaan Slovenia tersebut pun mengetahui jika Manchester United memiliki minat untuk memakai jasanya.

“Semua itu tergantung dari keputusan pelatih untuk mengisi skuatnya dan apa yang memang dibutuhkan di sebuah tim. Tidak perlu menilai dari seberapa banyak kiper itu mendapatkan sebuah trofi,” tambah pria kebangsaan Belanda tersebut.

“Anda sendiri pun bisa menjadi kiper terbaik di dunia dengan cara anda sendiri, Namun jika pelatih mengingkan dengan cara lain. Maka hal itu tidak akan mudah.”

Mattia Perin

Kedua tim raksasa Italia, Napoli dan AC Milan akan saling memberikan penawaran tertinggi di bursa trasnfer musim panas kali ini. Yang mana kedua klub tersebut sama-sama memiliki ketertarikan untuk mendapatkan jasa pemain gawang Genoa yang bernama Mattia Perin. Baik itu Milan ataupun Napoli saat ini sedang membutuh penjaga gawang baru, yang dikarena kiper utama masing-masing klub masih belum jelas.

Dengan adanya hal tersebut, maka Partenopei dan Rossoneri akan saling berebut untuk mendatangkan kiper terbaik Italia, Mattia Perin. Namun, pihak Genoa akan berupaya untuk mempertahankan kiper utama mereka agar tidak pergi ke salah satu klub tersebut. Ini akan menjadi sebuah pekerjaan baru bagi Genoa untuk bisa membujuk sang pemain untuk tetap bersama klubnya.

Milan Bersiap Menjual Penjaga Gawang Andalannya

gianluigi donnarumma

gianluigi donnarumma usai menyelamatkan gawangnya

Kemungkinan besar AC Milan akan menjual penjaga gawang utamanya yang bernama Gianluigi Donnarumma musim panas ini. Yang dikarenakan, kiper berusia 18 tahun itu memberikan keputusan atas penolakan tawaran kontrak baru yang diberikan manajemen Milan. Meski kontrak Donnarumma akan berakhir di tahun depan nanti, semua itu tergantung dari pemain untuk memutuskan pilihannya.

Sementara, Napoli sendiri pun serupa akan ditinggalkan penjaga gawang mereka yang bernama Pepe Reina. Sampai sekarang ini, Reina masih belum dapat memberikan keputusannya dalam perpanjangan kontraknya, meski sang kiper masih memiliki kontrak sampai 2019 mendatang. Hal ini membuat, Partenopei bersiap-siap untuk mendatangkan penjaga gawang untuk menggantikan posisinya.

Sebuah media di Italia memberikan kabar, bahwa Perin merupakan incaran utama Milan dan Napoli d bursa transfer musim panas ini. Meski penjaga gawang tersebut baru saja pulih dari cedera ACL kedua. Dimana Perin masih dianggap sebagai salah satu kiper terbaik Italia termuda.

Napoli dan AC Milan Sama-Sama Digantung Kiper Utamanya

pepe reina

ekspresi pepe reina setelah menyelamatkan gawangnya

Dibeberapa media Italia, nama Mattia Perin menjadi perbincangan di berbagai media. Hal itu terjadi usai sang penjaga gawang milik Genoa itu diperebutkan oleh kedua klub raksasa Italia, AC Milan dan Napoli. Milan dan juga Napoli saat ini sama-sama masih belum memiliki penjelasan atas masa depan kiper utama masing-masing klub. Yang mana masih belum bisa mengambik keputusan untuk tampil bersama klubnya masing-masing.

Tim yang berjuluk Rosoneri itu sedang dilema mengenai masa depan Gianlugi Donnarumma. Sementara Pepe Reina yang statusnya masih belum dipastikan akan bertahan atau tidaknya di Napoli dalam musim depan nanti. Dengan begitu, kedua klub baik itu Milan dan Napoli saat ini sedang sama-sama berburu kiper utama yang dimilliki Genoa tersebut.

Sedangkan Mattia Perin sendiri, yang baru pulih dari cedera parahnya setelah sang kiper diharuskan istirahat selama setahun. Namun, penjaga gawang tersebut masih dianggap sebagai kiper termuda terbaik di Italia. Menurut sebuat kabar dari media Italia, Napoli benar-benar serius untuk mendapatkan jasa kiper berusia 24 tahun itu sebagai antisipasi jika penjaga gawang utama mereka menolak perpanjangan kontrak sampai 2019 mendatang.

Reina yang berkinginan kontrak yang lebih panjang sampai dia pensiun di Stadion San Paolo. Yang mana, pihak agennya mengupayakan perbincangan dengan manjamen klub untuk bisa mendapatkan kontrak dalam jangka panjang tersebut. Sedangkan, Milan yang kini mendekati Perin merupakan solusi dilemanya kontrak baru dengan kiper utama mereka, Donnarumma.

Dimana kontrak kiper muda yang dimiliki oleh Milan itu hanya menyisakan satu tahun dan diyakini sang penjaga gawang tersebut akan menolak perpanjangan kontrak yang diajukan oleh Rossoneri.