Banyak yang sudah mengetahui tugas kiper, yaitu menjaga gawang untuk timnya agar tidak kebobolan oleh tim lawan. Coba anda bayangkan jika tim sepak bola tidak ada penjaga gawang? kiper merupakan seorang pemain yang mati-matian untuk pertahanan tim. Dimana penjaga gawang sering berteriak jika pemain bek telat menghadang serangan lawan ataupun lengah.

Posisi sebagai kiper akan merasakan ketar-ketir ketika sebuah pertandingan harus ditentukan dengan drama adu penalti. Sejago-jagonya kiper terbaik dunia, saat mengadu satu lawan satu, mental akan berbicara. Dan kemampuan kiper sehebat apapun, pasti ada satu momen yang di dalam pertandingan yang mana mereka pernah membuat kesalahan yang menghapus catatan terbaiknya.

Berakhirnya kompetisi Liga Inggris di musim ini bukan berarti telah usai bursa judi bola online di M88, sebaiknya kita memberikan penilaian untuk penjaga gawang klub mana yang tampil dengan sangat baik di sepanjang musim.

Berikut Dafrtar Kiper Terbaik Dunia di Inggris Versi Judi Bola M88

  • Hugo Lloris (Tottenham Hotspur)

Hugo Lloris

Lloris yang sedang bersiap untuk bertanding

Kiper satu ini memang menjaminan lini pertahanan terpenting bagi Tottenham Hotspurs. Kiper kewarganegaraan Perancis ini bukan penjaga gawang biasa, dimana pemain itu cukup sigap untuk menghentikan serangan lawan yang berada di baris pertahanan belakang dibandingkan dengan kiper lain.

Jika dilihat dari segi persentase total clean sheet, kapten tim nasional Perancis yang selalu dibandingkan kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer. Hugo Lloris telah menyelamatkan gawangnya 75 persen, untuk posisi kedua ditempati oleh Tom Heaton (Burnley). Dengan pertahanan yang kuat dimiliki oleh Spurs dan juga adanya Lloris yang hebat, tidak salah jika Spurs musim ini disegani.

  • Jordan Pickford (Sunderland)

Jordan Pickford

Pickford terlihat gembira usai timnya menang

Kiper termuda yang memiliki potensi ini, sangat disayangkan bermain dengan klub yang terdegradasi. Sejak awal musim sampai dengan Oktober musim lalu, dua telah mencatatkan 33 kali penyelamatan. Meski dia sempat absen dalam 10 pertandingan, penyelamatannya sangat baik sejauh ini. Maka dari itu, sudah bukan rahasia umum, bahwa kiper berusia 23 tahun itu masuk dalam nominasi Pemain Muda Terbaik PFA.

  • Tom Heaton (Burnley)

Tom Heaton

Heaton yang megatur pemain barisan belakang

Hampir saja Burnley tersingkir dari Liga Primer Inggris di musim ini, jika tidak ada kiper satu ini. Perannya bersama The Clarets sangat penting. Tampil konsisten dalam penyelamatannya pun membuat striker selevel Zlatan Ibrahimovic pusing dibuatnya. Yang mana penjaga gawang ini, memiliki persentase mencapai 76 persen paling tinggi dibandingkan dengan kiper lainnya.

Kerika berhadapan dengan Soutampton musim lalu, kiper asli Inggris ini sudah menyelamtkan gawangnya sebanyak 11 kali. Dengan begitu, sudah tidak heran bagi mantan kiper Manchester United ini menjadi favorit pemain di Fantasy Premier League.

  • Thibaut Courtois (Chelsea)

Thibaut Courtois

Courtois sedang melempar bola ke rekan setimnya

Penjaga gawang asal Belgia ini sempat tampil gemiulang bersama klubnya dulu, Atletico Madrid dibandingkan di Liga Inggris. Tetapi, sepanjang musim ini dia sudah menunjukkan peningkatan dan menjadi contoh bagi rekan setimnya di barsian belakang.

  • Kasper Schmeichel (Leicester City)

Kasper Schmeichel

Kasper Schmeichel yang sedang memainkan bola dengan tangannya

Memang sudah tidak bisa dikatakan lagi anak dari kiper legendaris satu ini. Dimana ayahnya merupakan penjaga gawang tim nasional Denmark, legenda di Manchester United dan juga sebagai agen judi bola online M88. Kasper Schemichel yang mengikuti jejak ayahnya untuk bermain di Premier League bersama Leicester City. Di musim 2015-2016 merupakan periode yang tidak dapat dilupakan ketika dia mampu membahawa The Foxes meraih gelar juara Liga Primer, yang berselisih 10 angka dari Arsenal.

david-de-gea

David de Gea yang merupakan penjaga gawang Manchester United, mengatakan ambisinya untuk di masa depan yang akan datang. De Gea berniat untuk menjadi kiper terbaik di dunia. Setelah dia menjalani musim pertamanya dengan The Reds Devils yang kurnag meyakin bagi para pendukung. Akhirnya kiper tersebut mampu bermain dengan cemerlang di musim lalu.

Ketika itu, David de Gea mampu memberikan gelar juara kepada Manchester United dalam menjuarai Liga Primer Inggris dan menjadi Tim Terbaik di Liga Inggris di musim 2012-2013. Di musim itu, de Gea memang banyak melakukan penyelamatan gemilang bagi Red Devils. Dan penampilannya bersama Manchester United menghasilkan predikat sebagai man of the match.

Dengan perjalanan karirnya bersama Manchester United kini dia menjadi penjaga gawang yang terkenal dan memiliki nama. Dan dia pun juga banyak dijadikan target beberapa klub elite besar di Eropa yang ingin memiliki jasa penjaga gawang tersebut. Dimana kiper tersebut memiliki kemampuan di atas rata-rata yang mampu memperkuat sebuah klub.

David de Gea

de gea yang sedang bersiap untk bertanding

Perkembangan David de Gea di Manchester United

David de Gea yang berlanjut dalam penampilan terbaiknya, ketika mantan penjaga gawang Atletico Madrid itu yang memperkuat tim nasional Spanyol di Piala Eropa U-21 di Israel. Yang mana di kompetisi itu, De Gea sukses membawa timnas Spanyol ke babak final dengan catatan empat kali clean sheet. Penjaga gawang berusia 26 tahun itu pun turut mengakui jika dirinya merasakan banyak peningkatan bersama Manchester United.

Dia pun tidak hanya merasakan perkembangan dari segi teknik, pengalaman dan juga mental saja. Melainkan, penjaga gawang tersebut semakin terasah dengan posisinya sebagai seorang kiper dengan sangat matang. Dengan semua hal yang dirasakan dirinya, De Gea pun semakin optimis untuk terus menjalani karirnya. Tidak tanggung-tanggung, De Gea sendiri memiliki ambisi untuk menjadi salah satu kiper terbaik di dunia. Bahkan dirinya pun sangat berharap, suatu hari nanti bisa menjadi kiper utama tim nasional Spanyol yang kini ditempati oleh Iker Casillas.

David-de-Gea-Manchester-United

david de gea bertepuk tangan usai pertandingan

De Gea Sempat Mendapatkan Musim Buruk di Manchester United

David de Dea adalah salah satu kiper terbaik yang bermain di Premier League. Jika dilihat dari statistik musim 2016-2017 menjadi musim buruk selama dia membela Manchester United sejak 2011-2012. Untuk melihat statistik dalam persentase penyelamatan yang dilakukan oleh De Gea, hingga pekan ke 11 hanya mencapai 64,9 persen. Dimana tendangan yang mengarah kegawangnya mampu dihentikan dengan baik.

Persentase itu adalah yang terendah di sepanjang karir De Gea sebagai penjaga gawang di Manchester United. Peforma yang turun itu, tidak sepenuhnya salah dari sang kiper tersebut, karena bertahan adalah sebuah tugas dari semua pemain. Dimana bek, gelandang dan juga striker dipkasa untuk bekerja dengan keras untuk menciptakan pertahanan yang kokoh dari serangan lawan. Terlebih sebelum lawan melepaskan tendangannya ke arah De Gea.

“Sekarang ini, jika kita melihat De Gea sedang mengalami kesulitan. Dengan hal itu, tidak semuanya harus menyalahkan dia. Untuk bertahan merupakan tugas dari tim, ucap mantan penyerang Inggris,” Dion Dublin kepada media.

“De Gea sudah bekerja dengan sebaik mungkin untuk dapat menghadang tiap tendangan bola yang mengarah ke gawangnya. Jika Manchester United ingin mendapatkan gelar juara di musim ini, maka Jose harus segera memperbaiki lini pertahanan dalam skuatnya,” tambah Dublin.

Edwin Van der Sar

Edwin Van der Sar begitu dekat dengan klub Ajax Amsterdam dan Manchester United. Di pertandingan final Liga Europa kali ini, dia berharap Ajax mampu meraih gelar juara. Dimana Ajax dan juga MU adalah sebuah klub yang sempat dibela oleh Van der Sar. Dengan kedua klub tersebut, dirinya memiliki pengalaman begitu manis yang tidak dapat dilupakan.

Dalam putaran final Liga Europa ini, akan mempertemukan Ajax Amsterdam yang akan berhadapan dengan Manchester United. Yang manapertandingan tersebut akan berlangsung di Friends Arena, Stockholm pada Hari Kami tanggal 25 Mei 2017 waktu setempat. Di masanya, ketika Van der Sar bermain bersama Manchester United, dia merupakan kiper terbaik di dunia yang bermain di Inggris.

Van der Sar sendiri telah menentukan sikapnya untuk memilih klub mana yang akan di dukungnya. Karena kedua klub itu begitu dekat dengan dirinya, yang sempat menyulitkan dirinya untuk memilih dalam memberikan dukungan di final nanti. Namun, dirinya yang saat ini berkerja di dalam manjamen Ajax Amsterdam tentunya dan juga asli Belanda pastinya dia kan mengutamakan tim pertama yang dibelanya kala itu.

Van der Sar Manchetser United

van der sar melakukan penyelamatan gemilang

Van der Sar Mengungkapkan Hatinya Ketika di Ajax Dan MU

Tidak bisa dipungkiri, meski kedua klub yang akan bertemu di laga final Liga Eruopa baik Ajax Amsterdam dan Manchetser United. Edwin Van der Sar turut memberikan dukungan kepada mantan klubnya dan juga dirinya yang menjabat di salah satu manajmen klub pertamanya, Ajax Amsterdam. Meski hal itu membuatnya sulit untuk memlih, dia merasa yakin bahwa Ajax mampu mengalahkan Manchester United.

“Kedua klub tersebut selalu berada di dalam hati saya. Ajax kemudian setelah itu Manchester United,” ucap Van der Sar kepada wartawan setempat.

“Saya pun tidak merasakan bermain dua kali bersama kedua klub itu. Saya memiliki tnaggung jawab di Ajax. Maka dari itu, saya hanya ingin berkonsentrasi untuk membuat Ajax meraih gelar juara. Pertandingan nanti, hanya satu klub yang saya cintai,” lanjut mantan kiper terbaik di Liga Primer Inggris itu yang menempati posisi manajemen di Ajax.

van-der-sar-manchester-united

van der sar yang bersiap menendang bola

Van der Sar Memiliki Pillihan Sendiri Jika De Gea Hengkang Dari MU

Mantan penjaga gawang Manchester United yang bernama Edwin Van der Sar, telah memberikan nilai sendiri kepada mantan klubnya jika ingin menggantikan posisi David de Gea. Tidak harus mencari sebuah kiper terbaik di dunia ataupun terkenal. Karena dikabarkan saat ini, jika De Gea akan hengkang dari Old Trafford dan lebih memilih untuk bermain bersama raksasa La Liga, Real Madrid.

“Menurut saya, pengalama tidak begitu penting namun dapat membantu. Saat saya bergabing dengan Manchester United, sebelumnya saya bermain di sebuah klub kecil yaitu Fulham. Saya pun memiliki pengalaman ketika bermain di Serie A bersama Juventus dan sukses meraih dua gelar di Liga Belanda. Dan saya pun telah banyak membantu dalam memperkuat tim nasional Belanda,” kata Van der Sar kepada media.

Sebuah kabar yang mengatakan bahwa The Red Devils saat ini telah berminat kepada salah satu kiper yang dimiliki Atletico Madrid, Jan Oblak. Yang mana penjaga gawang kebangsaan Slovenia tersebut pun mengetahui jika Manchester United memiliki minat untuk memakai jasanya.

“Semua itu tergantung dari keputusan pelatih untuk mengisi skuatnya dan apa yang memang dibutuhkan di sebuah tim. Tidak perlu menilai dari seberapa banyak kiper itu mendapatkan sebuah trofi,” tambah pria kebangsaan Belanda tersebut.

“Anda sendiri pun bisa menjadi kiper terbaik di dunia dengan cara anda sendiri, Namun jika pelatih mengingkan dengan cara lain. Maka hal itu tidak akan mudah.”