Gianluigi Buffon

Siapa yang tidak mengenal Gianluigi Buffon yang merupakan salah satu kiper terbaik di dunia dan juga seorang agen judi bola M88. Penjaga gawang itu telah meraih banyak gelar baik dengan klub dan tim nasional Italia. Tetapi, masih ada satu gelar yang dia rasakan begitu dekat dengannya, namun sulit untuk meraihnya. Gelar itu merupakan ajang bergengsi yaitu Liga Champions.

Sejak di datangkan oleh Juventus dari Parma pada tahun 2001, kiper terbaik dunia yang menginjak usia 39 tahun itu sudah membawa klubnya melangkah sampai babak final. Akan tetapi, dalam tiga final di musim yang berbeda dia dan Juventus harus menerima kekalahan dari lawan-lawannya di ajang tersebut. Hal ini membuat Buffon menjadi semakin penasaran untuk dapat meraih gelar tersebut.

Gianluigi Buffon sendiri berniat untuk melanjutkan karirnya satu musim lagi dalam memperkuat Juventus dan ikut serta di turrnamen Piala Dunia 2018. Pemain itu pun berencana akan menggantungkan sepatunya dari sepak bola internasional di musim depan nanti. Karena dia menyadari fisiknya telah menurun dan tidak seperti saat muda dulu yang memiliki stamina yang baik.

gianluigi-buffon

buffon merasa kecewa dengan timnya

Bonus Judi Bola M88 : Hilangnya Gelar Juara Liga Champions di Final Pertama

Pada tahun 2013, Gianluigi Buffon pertama kalinya merasakan partai final Liga Champions. Ketika itu Juventus mampu mengunggili pertandingan terlebih dahulu saat menghadapi klub senagaranya, AC Milan. Saat itu tim yang berjuluk Old Lady tersebut menjadi favorit untuk meraih gelar bergengsi. Dimana mereka bermain sangat gemilang sejak penyisihan grup dan berhasil menumbangkan tim juara bertahan Real Madrid di babak semi final.

Di pertandingan final itu di selenggarakan di Stadion Old Trafford, yang mempertemukan Juventus dan AC Milan dalam laga sengit hingga sampai adu penalti. Mengadu tos-tosan ini, kala itu Buffon masih muda yang merupakan penjaga gawang terbaik. Dimana kiper utama timnas Italia itu, mampu menghentikan dua kali tendangan penalti yang dilepaskan oleh pemain AC Milan, seperti Clerence Seedorf dan Kakaha Khaladze.

Akan tetapi, dewi fortuna tidak berpihak kepada timnya. Yang mana kala itu Kiper Milan, Nelson Dida mampu menahan tendangan penalti pemain Juventus. Akhirnya pertandingan partai final ajang bergengsi Liga Champions diraih oleh Rossoneri.

Gianluigi Buffon Juventus

buffon memberikan isyarat kepada para pendukungnya

Barcelona Kuat dalam Final Kedua – Deposit Murah Judi Bola M88

Dengan adanya kasus calciopoli, Buffon yang menunggu begitu lama untuk bisa kembali tampil dalam final Liga Champiions kedua kalinya yang dicapai pada tahun 2015. Permainan Juventus pada ajang tersebut memang tidak begitu bisa diyakini. Dimana mereka hanya finis di runner up grup yang hanya memiliki torehan gol minim. Apesnya lagi bagi Juventus, tim Blaugrana kala itu sedang dalam kondisi sangat baik untuk mereka lawan.

Meski sempat berniat untuk menyamakan kedudukan, namun Juventus harus tunduk dengan skor 3-1 di Liga Champions. Dimana satu-satu gol yang dicetak oleh klub asal Turin itu melalui Alvaro Morata. Di laga itu, Buffon tampak sangat kecewa atas kegagalannya dalam meraih gelar bergengsi tersebut. Buffon harus merelakan trofi itu dan hanya mendapatkan medali perak.

Berita Bola Judi M88 : Tidak Dapat Tampil Baik di Final Ketiga

Buffon yang mampu kembali dalam pembuktiannya bersama Juventus di ajang Eropa. Tepatnya di dua musim kemudian, dia masih mampu membawa Juve sampai ke babak final Liga Champions di tahun 2017 ini. Dengan memiliki catatan yang luar biasa di lini pertahanan dalam komando Buffon. Sampai dengan babak semi final, gawang tim asuhan Massimiliano Allegri hanya kejebolan tiga kali. Pasang taruhan Juventus di situs resmi judi bola online M88.

Tidak hanya itu saja, mereka mampu menumbangkan tim yang pernahm mengalahkannya di final Liga Champions 2015, saat berhadapan dengan Barcelona yang memenangkan agregat telak 3-0.

Wojciech Szczesny Arsenal

Juventus tengah dikabarkan, akan memproses transfer kiper milik Arsenal, Wojciech Szczesny, yang sempat bermain di AS Roma dengan status pinjaman. Klub raksaksa Italia itu, memang berkeinginan untuk mendatangkan Szczesny dalam menggantikan posisi penjaga gawang, Gianluigi Buffon yang akan segera pensiun. Adanya hal ini, membuat pihak klub asal Turin bergegas untuk mendatangkan kiper baru.

Kiper terbaik yang dimiliki timnas Italia dan klubnya itu memang sudah mengisyaratkan akan segera pensiun dari dunia sepak bola usai gelar Piala Dunia 2018 di Rusia. Wojciech Szczesny yang memulai karirnya dengan Arsenal sejak tahun 2009. Lalu penjaga gawang tersebut dipinjamkan ke AS Roma di tahun 2015. Menurut sebuah kabar, Arsenal sudah tidak ingin memakai jasa Wojciech Szczesny karena tidak masuk dalam rencana Arsene Wenger dalam jangka waktu panjang.

Tidak hanya Juventus saja yang mengingikan kiper milik Arsenal, Wojciech Szczesny. Dimana klub-klub Italia seperti Inter Milan dan AC Milan pun memiliki minat untuk bisa mendapatkan tanda tangan kiper tersebut. AS Roma juga memiliki niat untuk permanen kiper kebangsaan Polandia tersebut. Szczesny masih memiliki kontrak di Arsenal sampai 30 Juni 2018. dia pun sudah tercatat 296 penamplilan dan 107 penyelamatan.

Wojciech Szczesny AS Roma

Wojciech Szczesny tengah adu mulut dengan pemain lain

Juventus Sedang Mencari Dua Kiper Untuk Pelapis Buffon

Di musim 2016-2017 lalu, Juventus memang memiliki dua kiper cadangan yang menjadi pelapis Gianluigi Buffon. Jika kiper andalan tim asal Turin itu absen ataupun rotasi, maka Neto Murara akan terpilih untuk menggantikannya. Sedangkan kiper ketiga miliki Juventus bernama Emil Audero yang dijadikan pilihan terakhir mereka.

Dengan dibukanya jendela bursa transfer di musim panas ini, Neto akan dilepaskan oleh Juventus ke Valencia dengan nilai transfer 7 juta euro. Dengan hijranya Neto ke Liga Spanyol itu ingin memperbaiki karirnya yang telah dicadangkan selama dua musim oleh Juventus. Selama dia berkarir bersama Nyonya Tua hanya 11 kali tampil di Serie A dan 10 kali bermain di kompetisi Coppa Italia.

Sebelum dirinya bermain bersama Juventus, Neto merupakan penjaga gawang utama di Fiornetina pada tahun 2015 silam.

“Saya memutuskan untuk bermain di Valencia adalah hal yang terbaik dalam karir saya. Sekarang ini, saya hanya berpikir untuk menjadi bagian dari sejarah Valencia,” ucapnya kepada media.

Setelah kepergian Neto, kini giliran Audero yang akan bermain di Venezia dengan status pinjaman. Ini merupakan kali pertamanya Audero bermain selain di Juventus sejak dia berada di akademi di tahun 2008 silam. Selama berada di tim seniot Juventus, Audeo hanya tampil satu kali di tiga musim terakhirnya dalam ajang Serie A. Yang mana pihak klub menginginkan kiper berusia 20 tahun itu memiliki pengalaman dengan bermain untuk Venezia.

Wojciech Szczesny

Wojciech Szczesny bersiap menendang bola

Leali Menjadi Pelengkap, Szczesny Penyempurna

Juventus yang masih membutuhkan penjaga gawang baru untuk musim depan nanti, karena Leali saja tidak cukup. Kemungkinan besar Brignoli dan Pinsoglio pun akan hengkang dari Juventus. Dimana Brignoli akan dipermanen Perugia dan Pinsoglio tengah diburu oleh klub-klub Serie B seperti Modena, Livorno, Latina, Vicenza dan Pescara. Dan resiko besar bagi Juventus, jika melepaskan Leali yang diminati oleh Sampdoria.

Dengan hal tersebut, Juventus harus menambahkan satu kiper baru yang mampu menjadi pelapis Buffon. Yang mana kiper tesebut harus bisa dipercaya dalam menjalani di tiap pertandingan di kompetisi Liga Italia ataupun di Liga Champions. Karena untuk memiliki Leali saja tidak begitu kuat meski dia bermain dengan cukup baik di Liga Eropa kemarin. Leali sendiri masih minim soal pengalaman di ajang bergengsi antar klub.

Dan pada akhirnya, Juventus pun menemukan jawaban dari kekurangannya tersebut yaitu kiper milik Arsenal Wojciech Szczesny. Menurut sebuah kabar di Italia, klub asal Turin itu selangkah lagi akan mendapatkan jasa kiper asal Polandia tersebut.